Bandung, Eunofa – Film Cinta Subuh rilis di Bioskop Indonesia pada 19 Mei 2022. Film ini disutradarai oleh Indra Gunawan dan dibintangi oleh Dinda Hauw, Rey Mbayang, Roger Danuarta, serta sejumlah aktor lainnya. Seorang pemuda yang jarang menjalankan ibadah jatuh cinta pada wanita shalihah yang memegang teguh prinsip agamanya. Demi mendapatkan cintanya, ia harus berjuang mengubah diri dan membuktikan keseriusannya, sementara sang wanita dihadapkan pada dilema antara perasaan dan keyakinannya.
Sinopsis Film Cinta Subuh
Film Cinta Subuh mengisahkan perjuangan cinta seorang pemuda bernama Angga (Rey Mbayang), seorang mahasiswa yang santai dalam menjalani hidup dan sering meninggalkan shalat. Ia jatuh cinta pada Ratih (Dinda Hauw), seorang perempuan shalihah yang teguh dalam menjalankan ajaran agama Islam.
Ratih sebenarnya sudah memiliki prinsip untuk tidak jatuh cinta pada pria yang tidak menjaga ibadahnya, namun sikap Angga yang tulus dan perhatian perlahan membuatnya mulai membuka hati. Namun, di sisi lain, ada sosok Arya Satria Negara (Roger Danuarta), seorang pria yang lebih religius dan sesuai dengan kriteria Ratih.
Konflik mulai muncul ketika Ratih harus memilih antara cintanya kepada Angga atau mempertahankan prinsipnya. Sementara itu, Angga juga harus membuktikan keseriusannya dengan memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Film ini mengangkat tema cinta yang berlandaskan nilai-nilai Islam, khususnya tentang pentingnya ibadah dan komitmen dalam sebuah hubungan.
Pesan Moral
Film yang dikemas dengan baik dan sangat memanjakan mata generasi muda ini memberikan pesan moral yang sangat relate dengan kehidupan mereka dalam hal mencari jodoh dalam nilai-nilai islam.
Pertama dan yang paling diutamakan adalah pentingnya ibadah dan kedekatannya dengan Allah.
Film ini menekankan bahwa ibadah terutama shalat adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan, terutama bagi seorang Muslim. Karakter Angga menunjukkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang memperbaiki diri agar menjadi lebih baik di hadapan Allah. Menyimpulkannya sebagai pesan moral bahwa setiap muslim wajib untuk mementingkan akhirat dibanding dunia, seperti ibadah dan membuat koneksi dengan Allah.
Kedua, cinta yang sejati harus berdasarkan nilai-nilai kebaikan.
Ratih memiliki prinsip untuk mencintai seseorang yang juga memiliki komitmen dalam beragama. Hal ini mengajarkan bahwa cinta yang baik adalah cinta yang membawa seseorang ke arah yang lebih positif, bukan sekadar berdasarkan emosi atau nafsu sesaat.
Ketiga, perjuangan dan perubahan untuk kebaikan.
Angga awalnya adalah seseorang yang kurang disiplin dalam beribadah, tetapi karena ingin membuktikan cintanya, ia belajar untuk berubah menjadi lebih baik. Ini mengajarkan bahwa perubahan harus datang dari hati, bukan hanya karena ingin mendapatkan seseorang.
Keempat, jodoh adalah ketetapan Allah.
Film ini juga menyiratkan bahwa sekeras apapun usaha manusia, jodoh tetaplah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Oleh karena itu, usaha harus tetap diiringi dengan doa dan keikhlasan dalam menerima ketentuan-Nya.
Kesimpulan
Film Cinta Subuh tidak hanya menyajikan kisah cinta yang menarik, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang pentingnya ibadah dan nilai-nilai Islam dalam sebuah hubungan. Melalui karakter Angga dan Ratih, film ini mengajarkan bahwa cinta sejati harus didasarkan pada kebaikan dan komitmen dalam beragama.
Perubahan menuju kebaikan harus datang dari hati, bukan sekadar untuk mendapatkan seseorang. Selain itu, film ini menegaskan bahwa jodoh adalah ketetapan Allah, sehingga manusia harus berusaha sekaligus berserah diri kepada-Nya. Dengan pesan moral yang relevan bagi generasi muda, Cinta Subuh menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan inspirasi dalam menjalani kehidupan dan membangun hubungan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Penulis : Zalfa Mardhiyah Khairunnisa