Semiotika Pierce Dalam Penggambaran Gagak di Anime Haikyuu

Written by: Kajian 2023

Bandung, Eunofa – Serial anime Haikyuu!! adalah adaptasi dari manga yang ditulis oleh Haruichi Furudate. Serial anime yang dirilis pada tanggal 6 April 2014 ini menceritakan tentang perjalanan Shoyo Hinata, seorang pemuda penuh semangat yang bercita-cita menjadi pemain voli hebat. Artikel ini akan membahas bagaimana penggambaran binatang dalam serial Haikyuu!! dapat dijelaskan melalui teori semiotika Pierce.

Sinopsis Haikyuu!!

Haikyuu!! mengikuti perjalanan Shoyo Hinata, seorang pemuda yang terinspirasi oleh pemain voli pendek namun tangguh, untuk mengejar impiannya menjadi pemain voli terbaik. Meskipun tubuhnya lebih kecil dibandingkan pemain lainnya, semangat dan ketekunannya membawanya bergabung dengan tim voli sekolah menengah atas (SMA) Karasuno, yang sudah lama kehilangan kejayaannya. Di sana, ia bertemu dengan Kageyama, seorang setter berbakat namun keras kepala, yang menjadi pasangan tandingannya dalam pertandingan.

Serial ini tidak hanya menyoroti perjuangan Hinata dan Kageyama, tetapi juga pengembangan karakter-karakter lain dalam tim Karasuno, serta persaingan sengit dengan sekolah-sekolah lain yang memiliki tim voli yang kuat. Dengan penuh aksi, komedi, dan emosi, Haikyuu!! menggambarkan pentingnya kerja sama tim, persahabatan, dan tekad dalam meraih tujuan, sambil menunjukkan bagaimana setiap pemain, terlepas dari latar belakang dan kekuatan fisiknya, memiliki peran penting dalam kesuksesan tim.

Haikyuu!! | Foto : Production I.G

Analisis Menggunakan Semiotika Pierce

Dalam anime Haikyuu!!, setiap tim voli memiliki maskot berupa binatang atau benda yang mencerminkan karakter dan semangat tim tersebut. Salah satu contoh yang menarik adalah tim utama, Karasuno, yang dalam bahasa Jepang dapat diterjemahkan langsung sebagai “Burung Gagak.” Pemilihan maskot ini bukan sekadar simbol, tetapi juga mencerminkan sifat tim Karasuno yang ulet, pantang menyerah, dan selalu berusaha bangkit meskipun diremehkan oleh lawan.

Untuk memahami makna di balik maskot ini, kita dapat menggunakan pendekatan semiotika Peirce yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce. Teori ini menjelaskan bagaimana makna dipahami melalui tiga elemen utama: representamen, objek, dan interpretan. Representamen merujuk pada tanda atau simbol yang terlihat atau terdengar, sedangkan objek adalah hal yang diwakili oleh tanda tersebut. Interpretan adalah makna atau pemahaman yang muncul di pikiran saat seseorang menginterpretasikan tanda tersebut. Dalam konteks Karasuno, burung gagak sebagai representamen melambangkan tim yang ulet (objek), dan interpretannya adalah semangat pantang menyerah yang dipahami oleh penonton dan pemain.

Representamen: Burung Gagak

Interpretan: Gagak adalah burung yang bisa terbang, dan voli sering kali digambarkan sebagai olahraga di mana atletnya “terbang” berkat lompatannya yang tinggi.

Objek: Gagak melambangkan kesuksesan dan kemenangan dalam Haikyuu!!. Selain itu, gagak menggambarkan perjalanan tim Karasuno yang semula terjebak dalam keterpurukan dan kini telah berhasil bangkit dan “terbang” tinggi, seperti burung yang bebas di langit.

Dalam serial ini, gagak sering muncul pada momen-momen penting ketika tim Karasuno menunjukkan perkembangan atau meraih kemenangan. Gagak juga dikenal sebagai burung yang sering berburu secara berkelompok, meskipun mereka tetap dapat bertahan sendiri. Hal ini mencerminkan bagaimana meskipun setiap anggota tim memiliki kekuatan individu, mereka menjadi lebih kuat saat bekerja sama. Selain itu, gagak sering ditampilkan setiap kali Hinata, karakter utama, berhasil melompat lebih tinggi dari sebelumnya, simbol dari perkembangan dirinya sebagai atlet sepanjang perjalanan cerita.

Kesimpulan

Serial anime Haikyuu!!, yang diadaptasi dari manga karya Haruichi Furudate, mengisahkan perjalanan Shoyo Hinata, seorang pemuda dengan semangat tinggi yang bercita-cita menjadi pemain voli hebat. Meskipun terbatas oleh ukuran tubuh, Hinata bergabung dengan tim voli SMA Karasuno dan bersama rekan-rekannya berjuang untuk mengembalikan kejayaan tim. Selain menonjolkan aksi dan perjuangan Hinata dan Kageyama, serial ini juga menggambarkan pentingnya kerja sama tim, persahabatan, dan tekad. Melalui analisis semiotika Pierce, maskot tim Karasuno, yaitu burung gagak, menggambarkan perkembangan tim yang semula terpuruk dan kini berhasil “terbang” tinggi, simbol dari kesuksesan yang dicapai melalui kerja sama dan kemajuan individu, terutama dalam perjalanan Hinata yang terus berkembang sebagai atlet.

Penulis : Sabrina Putri Dewi

Source : Kompasiana, CNN Indonesia

Share This Article